Kampung Kurma untuk peradaban Islam

Kampung Kurma untuk memperkuat perekonomian dan peradaban umat Islam

Kampung Kurma Jonggol
Indonesia merupakan sebuah negara dengan penduduk mayoritas islam terbesar didunia, walaupun masih ditetapkan sebagai sebuah negara dengan penduduk terbesar di dunia, dari tahun ketahun persentase umat islam di Indonesia semakin menurun, hal ini pernah diungkapkan oleh ketua yayasan Rumah Peneleh Aji Dedi Mulawarman, disaat pemeluk agama Islam secara global meningkat secara signifikan, di Indonesia yang merupakan negara dengan penduduk mayoritas islam terbesar di dunia justru persentasenya malah menurun. "Penduduk beragama Islam di Indonesia dari 95 persen turun menjadi 85 persen. Menurut  Aji Dedi Mulawarman, umat Islam di Indonesia dari waktu ke waktu makin tidak berdaya diberbagai bidang, dari bidang politik, Ekonomi dll. contohnya seperti trend suara politik umat Islam yang terus cenderung menurun. Dia menuding ada agenda liberalisme, individualisme, deislamisasi, dan depolitisasi yang membuat umat semakin tersisih. 


Prof Dr Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan, harus diakui umat Islam di Indonesia seolah-olah menjadi tamu di negeri sendiri. Padahal, menurut dia, wapres pertama republik Indonesia, Moh Hatta, telah melarang ras timur asing menjadi presiden dan memiliki tanah di Indonesia. dikarenakan mereka tidaklah ikut membantu kemerdekaan Indonesia. Saat ini, sambung Yusril, sebanyak 74% tanah di Indonesia dimiliki korporasi besar, seperti Ciputra dan Podomoro dimana mereka juga menguasai perkebunan. "Ini sungguh ironis dengan apa yang diinginkan oleh bung hatta, kalau tanah ini tidak boleh dimiliki timur asing," kata mantan menteri sekretaris negara tersebut. Jadi menurut penulis, secara structural, keterpurukan pemilikan asset ekonomi memberikan kontribusi semakin marginal dan berkurangnya jumlah umat Islam. 

Ketua Pusat MUI 2014 Prof DR Din Syamsuddin memperlihatkan angka statistik pertumbuhan pemeluk agama Islam di Indonesia. hasil dari sensus penduduk pada tahun 1990 jumlah penduduk muslim mencapai 87,6 persen, nilai ini kemudian naik menjadi 88,2 persen pada sensus penduduk 2000 atau sekitar 1.2%, sedangkan nilai pertumbuhan pemeluk Kristen dua kali lipatnya, yakni 2,4 persen per tahun. Kenaikan nilai persentase pemeluk kristen diberbagai propinsi kebanyakan modus mereka adalah sewa rumah, kemudian digunakan untuk tempat belajar, main basket, main volly, kemudian dilakukan aktivitas pemurtadan,” jelas Din. Pada tahun 80-an penduduk Muslim di Indonesia masih lebih dari 90 persen, maka pada tahun 2000 populasi muslim turun ke angka 88,2 persen dan tahun 2010 turun lagi menjadi 85,1 persen. 


Di Indonesia pertumbuhan pemeluk agama Islam justru menurun drastis, seperti data di bawah ini:

1. Hasil penelitian Yayasan Al Atsar Al-Islam (Magelang) dan dalam rangkaian investigasi diperoleh data bahwa pada tahun 1999-2000 pemeluk Kristen dan Katolik di Jawa Tengah telah meningkat dari 1-5 persen, sedangkan kini naik drastis 20-25 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. 

2. Hasil penelitian Departemen Dokumentasi dan Penerangan Majelis Agama Wali Gereja Indonesia, sejak tahun 1980-an setiap tahunnya laju pertumbuhan umat Katolik + protestan 9.1%, Hindu 3,3%, Budha 3,1% dan Islam hanya 2,75%. 

3. ditulis pada buku Gereja dan Reformasi penerbit Yakoma PGI (1999) oleh Pendeta Yewanggoe, dijelaskan jumlah umat Kristiani di Indonesia sudah berjumlah lebih dari 20 persen. Sedangkan menurut data Global Evangelization Movement telah mencatat pertumbuhan pemeluk Kristen di Indonesia sudah mencapai lebih 19 persen 

4. Menurut Mercy Mission, sebanyak 2 juta penduduk Islam Indonesia murtad dan memeluk agama Kristen setiap tahun. Jika ini berlanjut, diperkirakan pada tahun 2035, jumlah pemeluk Kristen Indonesia akan sama dengan jumlah pemeluk Muslim. Pada tahun itu, Indonesia tidak akan lagi disebut sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim. 


Berdakwahlah dimulai dari diri kita sendiri, hindari riba jalankan semua sesuai aturan Allah ta'ala

Berdirinya Kampung Kurma Jonggol didesign sebagai bagian dari dakwah menunjang peradaban Islam dimana yang diperbolehkan untuk membeli kampung kurma Jonggol adalah para pemeluk Islam.

Kampung Kurma Jonggol akan diikuti fasilitas yang sangat memadai, terdapat Pondok pesantren, rumah tahfidz, sarana olahraga memanah, sarana olahraga berkuda, Islamic center, gedung serbaguna, kolam renang, dll. 

Share this:

Tidak ada komentar